Thumb
  • February 20, 2026

Direktur DIHS UPI Tekankan Pentingnya Dialog dan Inklusivitas dalam Program CAMPUS ASIA + START 2026

Bandung, 20 Februari 2026 — Prof. Dr. Ida Kaniawati, M.Si. Direktur Direktorat Inovasi, Hilirisasi, dan Science Techno Park (DIHS) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menyampaikan sambutan pada pelaksanaan program CAMPUS ASIA + START Program on Culture and Multi-Religious yang mengusung tema “Advancing Inclusive, Peaceful Communities through Intercultural and Interfaith Learning.” Kegiatan ini berlangsung di Bandung pada 16–20 Februari 2026 dan melibatkan mahasiswa lintas negara dalam proses pembelajaran kolaboratif berbasis dialog antarbudaya dan antaragama.

Dalam sambutannya, Direktur DIHS UPI menyampaikan apresiasi kepada Professor Noriko Yamane dari Hiroshima University selaku Koordinator Campus Asia, serta Ms. Mako sebagai staf Hiroshima University. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Dr. Sulastri selaku Kepala Divisi Pusat Unggulan, Hilirisasi, dan Sciense Techno Park yang menaungi CELLS UPI atas dukungan akademik dan kepemimpinan dalam pelaksanaan program, serta kepada seluruh panitia dan mahasiswa yang terlibat.

Direktur DIHS menegaskan bahwa program ini bukan sekadar rangkaian kunjungan dan sesi diskusi, melainkan ruang pembelajaran bermakna yang membekali mahasiswa dengan kompetensi penting untuk kehidupan akademik maupun profesional. Kemampuan mendengar lintas perbedaan, mengajukan pertanyaan secara reflektif, serta berpikir kritis terhadap perspektif yang beragam disebut sebagai kompetensi inti yang relevan dalam masyarakat yang majemuk.

Lebih lanjut disampaikan bahwa pendidikan memiliki peran strategis dalam membangun komunitas yang inklusif dan damai. Melalui interaksi langsung dengan konteks budaya, komunitas, dan realitas sosial yang berbeda, mahasiswa didorong untuk tidak sekadar “sepakat”, tetapi belajar memahami makna, mengenali konteks, dan merespons dengan kedewasaan serta rasa hormat.

Kekuatan akademik program ini terletak pada perpaduan antara pengalaman lapangan dan refleksi kritis. Mahasiswa tidak hanya mendiskusikan keberagaman sebagai konsep, tetapi mengalaminya secara langsung melalui interaksi nyata.

Dalam kesempatan tersebut, peserta juga didorong untuk menumbuhkan tiga sikap utama selama mengikuti program, yakni rasa ingin tahu untuk memahami sebelum menilai, kerendahan hati untuk terus belajar, serta tanggung jawab dalam menerjemahkan pengalaman menjadi tindakan nyata, baik di lingkungan akademik maupun kehidupan profesional ke depan.

Menutup sambutannya, Direktur DIHS UPI berharap program ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan akademik mahasiswa serta memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat dialog, pluralisme, dan pembangunan komunitas yang inklusif dan damai.