Thumb
  • August 21, 2026

UPI dan Axioo Indonesia Siapkan Komersialisasi UpMySkill, Platform LMS Terintegrasi untuk Penguatan Pembelajaran SMK

The current image has no alternative text. The file name is: C0607T01.jpg

Bandung – Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) terus mendorong hilirisasi hasil penelitian agar memberikan manfaat nyata bagi dunia pendidikan dan industri. Salah satu langkah strategis tersebut diwujudkan melalui pengembangan dan rencana komersialisasi Ekosistem LMS UpMySkill Platform sebagai Sistem Pembelajaran Terintegrasi pada Axioo Class Program, hasil penelitian yang dikembangkan oleh Ir. Nuur Wachid Abdul Majid, M.Pd., IPM., ASEAN Eng. bersama tim peneliti Program Studi Pendidikan Sistem dan Teknologi Informasi (PSTI) UPI.

Inovasi tersebut dikembangkan melalui kolaborasi dengan Axioo Indonesia, PT Tera Data Indonusa, Tbk., khususnya dalam mendukung kebutuhan pembelajaran pada Axioo Class Program (ACP). Kolaborasi ini diarahkan tidak hanya pada pemanfaatan hasil penelitian untuk kebutuhan pembelajaran, tetapi juga pada pengembangan platform yang memiliki nilai tambah, skalabilitas, serta potensi untuk dikomersialisasikan.

Pembahasan mengenai pengembangan dan hilirisasi platform tersebut kembali dilakukan dalam pertemuan koordinasi UPI bersama jajaran Axioo Class Program pada Selasa, 18 Agustus 2026, di Axioo Education Center. Pertemuan dihadiri pimpinan Direktorat Inovasi Hilirisasi Science & Technopark (DIHSTP) UPI, tim peneliti PSTI UPI, serta jajaran Axioo dan mitra di bidang pendidikan.

Dari pihak Axioo hadir Vice President of Business Development & Strategic Partnership PT Tera Data Indonusa, Tbk. Timotius Theopelus, Manager PT Mabito Karya Lingga Imanda Fuedsi, serta General Manager Axioo Class Program Ahmad Muzaki. Sementara dari UPI hadir Kepala Divisi Pusat Unggulan, Hilirisasi, dan Science Techno Park DIHSTP UPI Dr. Sulastri, S.Pd., M.Stat., M.M., Kepala Divisi Pengembangan Inovasi dan Kekayaan Intelektual Ari Arifin D, S.Pd., M.Ed., Ph.D., Kepala Seksi Administrasi Umum dan Sumber Daya Syifa Faridha, S.Pd., Ketua Prodi sekaligus Ketua Tim Peneliti Hilirisasi Inovasi Ir. Nuur Wachid Abdul Majid, M.Pd., IPM., ASEAN Eng., serta tim peneliti PSTI UPI.

Dari Hasil Riset Menuju Platform Pembelajaran Berskala Nasional

UpMySkill dikembangkan sebagai sistem pembelajaran terintegrasi yang dirancang untuk mendukung kebutuhan Axioo Class Program dalam mengelola pembelajaran bagi guru dan siswa SMK. Sistem ini dikembangkan sebagai alternatif yang lebih fleksibel dan dapat dikustomisasi sesuai kebutuhan ACP dibandingkan penggunaan Learning Management System (LMS) sebelumnya.

Dalam pengembangannya, platform diarahkan untuk mampu menangani kebutuhan pembelajaran dalam skala besar. Axioo Class Program saat ini telah memiliki jejaring kerja sama dengan sekitar 1.400 SMK dalam program Link and Match. Pengembangan LMS diharapkan dapat mendukung perluasan pemanfaatan platform hingga menjangkau belasan ribu sekolah secara bertahap.

Uji coba awal LMS telah dilakukan secara terbatas kepada sekitar 100–200 pengguna dari total sekitar 30.000 siswa internal yang menjadi bagian dari ekosistem pembelajaran ACP. Tahap pengujian tersebut menjadi bagian penting untuk memperoleh masukan terkait pengalaman pengguna, stabilitas sistem, serta kebutuhan pengembangan fitur sebelum platform diperluas.

Salah satu aspek yang menjadi perhatian utama adalah kemampuan LMS dalam mengelola pembelajaran pada banyak sekolah sekaligus. Karena itu, platform tidak hanya diarahkan untuk mengelola kelas, tetapi juga menyediakan dashboard multi-sekolah yang memungkinkan pemantauan jumlah sekolah, siswa, rombongan belajar, progres pembelajaran, hingga penyelesaian pembelajaran.

Kemampuan tersebut diharapkan menjadi salah satu keunggulan strategis UpMySkill, khususnya untuk kebutuhan yayasan pendidikan, pemerintah daerah, maupun perusahaan yang memiliki program pendidikan dan membutuhkan sistem monitoring pembelajaran dalam skala luas.

Integrasi AI, Sertifikasi, dan Learning Analytics

Pengembangan UpMySkill juga diarahkan menjadi bagian dari ekosistem pembelajaran yang lebih luas dengan mengintegrasikan berbagai konten dan program pengembangan kompetensi. Dalam pertemuan tersebut dibahas peluang integrasi materi Intel Skills for Innovation (SFI) serta kurikulum kecerdasan artifisial (AI) ke dalam platform. Program SFI sendiri memiliki jalur pembelajaran berjenjang bagi tenaga pendidik, sementara materi AI mencakup program seperti AI for Youth serta AI for Future Workforce/University.

Integrasi tersebut diharapkan dapat memperluas akses terhadap materi pembelajaran AI dan teknologi bagi guru, siswa, mahasiswa, maupun pengguna lain sesuai jalur pembelajaran yang dikembangkan. Selain konten pembelajaran, UpMySkill juga diarahkan untuk mendukung sistem sertifikasi berjenjang. Sertifikat diharapkan dapat terintegrasi secara otomatis ke dalam LMS, termasuk mekanisme penomoran dan pelaporan yang diperlukan dalam ekosistem program industri.

Pengembangan juga mencakup learning analytics, yang memungkinkan sistem menganalisis aktivitas pembelajaran dan perkembangan kompetensi pengguna. Ke depan, terdapat peluang pengembangan fitur berbasis AI seperti AI Assistant untuk membantu analisis kinerja guru maupun capaian siswa.

Kolaborasi juga membuka peluang pengembangan simulator pembelajaran berbasis 3D serta integrasi konten simulasi interaktif dari mitra teknologi pendidikan lainnya. Dengan demikian, platform tidak hanya berfungsi sebagai tempat mengakses materi, tetapi diarahkan menjadi ekosistem pembelajaran digital yang lebih komprehensif.

Menyiapkan Model Komersialisasi

Salah satu agenda penting dalam pertemuan UPI dan Axioo adalah pembahasan mengenai rencana komersialisasi LMS UpMySkill. Pada tahap awal, pemanfaatan platform masih banyak diarahkan untuk mendukung program CSR dan pembelajaran yang dapat diakses secara gratis. Namun, untuk menjaga keberlanjutan pengembangan platform, kedua pihak mulai membahas model bisnis yang memungkinkan tersedianya layanan premium dan konten berbayar.

Model yang dibahas antara lain pemisahan antara layanan gratis dan premium, pengembangan modul khusus industri, serta mekanisme bagi hasil dengan mitra penyedia konten maupun sertifikasi. Segmen perusahaan menjadi salah satu target potensial dalam model komersialisasi tersebut. Sekolah dan peserta didik dapat memperoleh akses pembelajaran melalui skema program pendidikan atau CSR, sementara perusahaan dapat berperan sebagai mitra penyedia konten, sertifikasi, maupun pendukung program.

Dalam pembahasan awal juga telah disepakati prinsip bahwa skema royalti bagi UPI akan mengacu pada net sales, setelah memperhitungkan biaya operasional. UPI direncanakan memperoleh bagian sebagai institusi tanpa masuk dalam kepemilikan saham. Namun, persentase bagi hasil, struktur harga, model lisensi, serta mekanisme pelaporan dan audit masih dalam tahap pembahasan lebih lanjut.

Rencana tersebut menunjukkan bahwa hilirisasi hasil penelitian UPI tidak berhenti pada pemanfaatan teknologi oleh mitra, tetapi diarahkan untuk membangun model keberlanjutan yang dapat memberikan manfaat akademik, ekonomi, dan sosial.

Memperkuat Link and Match Perguruan Tinggi, Sekolah, dan Industri

Pengembangan UpMySkill juga memiliki relevansi dengan upaya memperkuat keterhubungan antara perguruan tinggi, sekolah, dan dunia industri. Melalui Axioo Class Program, platform diarahkan untuk mendukung proses upskilling dan reskilling guru serta siswa SMK. Pembelajaran yang terintegrasi dengan kebutuhan industri diharapkan dapat membantu peserta didik memperoleh kompetensi yang lebih relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

Salah satu nilai tambah yang dikembangkan adalah sertifikasi yang dikeluarkan atau diakui oleh pihak industri. Dengan demikian, kompetensi peserta didik tidak hanya dibuktikan melalui proses pembelajaran di sekolah, tetapi juga melalui rekognisi industri.

Kolaborasi ini sekaligus memperkuat implementasi konsep Link and Match antara pendidikan dan dunia industri. UPI melalui kapasitas risetnya dapat berkontribusi dalam pengembangan teknologi dan sistem pembelajaran, sementara Axioo menghadirkan pengalaman dan kebutuhan industri secara langsung.

Tahap Berikutnya Menuju Implementasi dan Komersialisasi

Untuk memastikan platform siap digunakan secara lebih luas, tim UPI dan Axioo masih melakukan pengembangan dan pengujian sejumlah komponen. Beberapa agenda yang menjadi prioritas antara lain penyempurnaan dashboard multi-sekolah, integrasi database siswa, guru dan sertifikat, penguatan keamanan sistem, penyempurnaan antarmuka pengguna, serta pengujian sistem secara lebih luas.

Dalam rencana pengembangan, tahap uji coba berikutnya ditargetkan dapat melibatkan sekitar 1.000 siswa sebelum implementasi yang lebih luas. Tim juga menyiapkan stabilisasi server, perbaikan UI/UX, serta mekanisme integrasi data melalui struktur tabel dan API.

Dari sisi kelembagaan, UPI dan Axioo juga tengah mempersiapkan dokumen kerja sama sebagai landasan pengembangan dan hilirisasi. Draft Perjanjian Kerja Sama (PKS) telah dibahas untuk mendapatkan masukan, sementara pembahasan mengenai MoU dan struktur kelembagaan komersialisasi masih terus dilakukan.

Rencana peluncuran platform ditargetkan pada akhir September 2026, dengan agenda yang direncanakan berlangsung pada 28–29 September di Jakarta. Sebelum peluncuran, sejumlah tahapan pengujian dan persiapan akses pengguna akan dilakukan.

Hilirisasi Penelitian untuk Dampak yang Lebih Luas

Ketua Tim Peneliti Hilirisasi Inovasi sekaligus Ketua Program Studi Pendidikan Sistem dan Teknologi Informasi UPI, Ir. Nuur Wachid Abdul Majid, M.Pd., IPM., ASEAN Eng., menjadi pengembang utama inovasi UpMySkill yang saat ini diarahkan menuju tahap implementasi dan komersialisasi bersama mitra industri. Kolaborasi UPI dengan Axioo melalui pengembangan UpMySkill menjadi salah satu contoh bagaimana hasil penelitian perguruan tinggi dapat dikembangkan lebih jauh untuk menjawab kebutuhan nyata di lapangan. Riset tidak berhenti sebagai produk akademik, tetapi dilanjutkan melalui proses pengembangan, pengujian, pemanfaatan, hingga penjajakan model bisnis.

Bagi UPI, langkah tersebut sejalan dengan komitmen universitas dalam memperkuat ekosistem inovasi dan hilirisasi hasil penelitian. DIHSTP UPI memiliki peran strategis dalam menjembatani kapasitas riset sivitas akademika dengan kebutuhan mitra eksternal, termasuk dunia industri.

Kolaborasi UpMySkill juga mencerminkan semangat pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang pendidikan berkualitas, SDG 8 mengenai pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, serta SDG 17 tentang kemitraan untuk mencapai tujuan.

Ke depan, sinergi UPI dan Axioo diharapkan tidak hanya menghasilkan sebuah platform LMS, tetapi berkembang menjadi ekosistem pembelajaran digital yang mampu mempertemukan pendidikan, teknologi, industri, dan inovasi dalam satu sistem yang berkelanjutan. Dengan demikian, hasil penelitian UPI memiliki peluang untuk memberikan dampak yang lebih luas, mulai dari peningkatan kualitas pembelajaran, penguatan kompetensi guru dan siswa SMK, hingga terciptanya model hilirisasi dan komersialisasi inovasi perguruan tinggi yang berkelanjutan.